TERIMA KASIH SOB TELAH BERKUNJUNG DI BLOG ATMOSFERKU

Selasa, 19 Februari 2013

PRAKTIKUM LENSA DAN CERMIN


  1. Tujuan
a)        Menentukan jarak fokus lensa cembung dan lensa cekung
             b)    Menentukan jarak fokus cermin cekung dan cermin cembung

    B.  Metodologi


a)      Rumus Untuk Perhitungan
                 Untuk mencari besarnya jarak fokus (f) lensa maupun cermin menggunakan persamaan:


Pengukuran yang kami lakukan merupakan pengukuran tunggal sehingga sumber ketidakpastian berasal dari alat (penggaris). Pada bingkai lensa atau cermin terdapat titik sebagai tanda tengah – tengah dari ketebalan lensa atau cermin tersebut, namun berhubung tanda itu berupa titik yang cukup besar yaitu  0,1cm oleh sebab itu kami gunakan .
      Pada setiap lensa atau cermin ,akan diperoleh satu jarak fokus ( f ) beserta ketidakpastiannya. Berhubung satu lensa atau cermin dilakukan beberapa kali pengukuran dengan memvariasi jarak benda,maka digunakan rata-rata berbobot. Akan tetapi sebelumnya dilakukan uji diskripansi terlebih dahulu,untuk mendapatkan data yang akan masuk dalam perhitungan rata- rata berbobot tersebut.
                  Rata – rata berbobot:



b)      Alat dan bahan
1.      Sumber cahaya (lampu bohlam 10 Watt)
2.      Meja optik
3.      Lensa cembung
4.      Lensa cekung
5.      Cermin cembung
6.      Cermin cekung
7.      Layar
                  8.   Penggaris jangka ukur 0cm s.d. 150cm,dengan skala terkecil 1mm


c)      Skema Alat




d)      Langkah Percobaan dan Teknik Pengukuran


Teknik Pengukuran
Teknik pengukuran yang kami gunakan yaitu teknik pengukuran langsung. Dimana jarak benda (s) dan jarak bayangan (s'),langsung diukur dengan menggunakan penggaris dengan skala terkecil 1mm.
Akan tetapi pada percobaan lensa cekung dan cermin cembung, akan menghasilkan bayangan maya dari sebuah benda nyata. Sehingga agar bayangan dapat ditangkap layar (bayangan nyata), benda harus maya. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan lensa cembung.
Langkah Percobaan
Ø  Menentukan jarak fokus Lensa Cembung
1.       susunan alat seperti  yang terletak pada skema alat .
2.       ukur jarak benda (s) dan jarak bayangan (s')
                               3.   ulangi percobaan ini beberapa kali dengan harga  s  yang berbeda – beda.

Ø  Menentukan jarak fokus Lensa cekung
1.       Buatlah bayangan nyata dari sebuah sumber cahaya menggunakan lensa cembung. Catatlah kedudukan bayangan nyata ini.
2.       letakkan lensa cekung diantara lensa cembung dan layar / bayangan nyata (sekarang menjadi benda maya bagi lensa cekung).
3.       Catatlah jarak layar dengan lensa cekung, hal ini sebagai jarak benda maya (benda seakan – akan pada layar).
4.       Aturlah kedudukan layar (digeser) sedemikian sehingga pada layar terjadi bayangan nyata.
5.       Catatlah kedudukan lensa cekung dan letak bayangan akhir pada layar sebagai jarak bayangan.
6.       ulangi percobaan ini beberapa kali dengan harga  s  yang berbeda – beda.
Ø  Menentukan jarak fokus Cermin Cembung
1.   Buatlah bayangan nyata dari sebuah sumber cahaya dengan menggunakan lensa cembung.
2.       Catatlah kedudukan layar saat terjadi bayangan nyata ini
3.       letakkan cermin cembung di antara lensa cembung dan layar.
4.       Aturlah posisi cermin cembung sedemikian sehingga akan terjadi bayangan nyata di tepi (pada bingkai) lensa cembung (dapat juga digunakan layar tambahan).
5.    Catatlah jarak benda (jarak antara kedudukan layar saat terjadi bayangan nyaata mula – mula dengan cermin cembung dengan layar tambahan (tepi/bingkai) lensa cembung) dan jarak bayangan( jarak antara kedudukan cermin cembung dengan layer tambahan).
Ø  Menentukan jarak fokus Cermin Cekung
1.       susunan alat seperti  yang terletak pada skema alat .
2.       ukur jarak benda (s) dan jarak bayangan (s')
3.       ulangi percobaan ini beberapa kali dengan harga s yang berbeda–beda.   
          
     C.    Data Penelitian






Daftar Pustaka
Tim Fisika Dasar.2007.Petunjuk Praktikum Fisika Dasar II.Yogyakarta: FMIPA UNY
            Mundilarto , dkk.1992. Materi Pokok Fisika Dasar II. Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka

Penyusun: Septi Purwaningsih, Fis UNY 06

Untik dasar teori bisa dilihat disini

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar